kisah bunda maria setelah yesus wafat
A Sengsara dan Wafat Yesus. Kompetensi Dasar: 3.9. Memahami pribadi Yesus Kristus yang rela menderita , sengsara, wafat, dan bangkit demi kebahagiaan manusia 4.9. Meneladani pribadi Yesus Kristus yang rela menderita , sengsara, wafat, dan bangkit demi kebahagiaan manusia Tujuan Pembelajaran: 1. Dengan mendalami kisah Maximillian Kolbe, peserta
Luk2:41-50). Dukacita yang keempat adalah ketika Bunda Maria bertemu Yesus dalam perjalanan menuju Kalvari (bdk. Yoh 19:25). Dukacita Bunda Maria yang kelima adalah ketika Yesus wafat, melihat Putranya di sana, disalibkan, telanjang, dan berada dalam sakratul maut. Dukacita yang keenam, Yesus yang wafat diturunkan dari kayu salib.
KupelajariDari Kisah Orang Samaria Yang. Yesus Wafat Di Salib Atau Di Tiang Katolisitas Org. Lirik Lagu Rohani 'Yesus Wafat Di Salib Atau Di Tiang Katolisitas Org 1 / 3. May 2nd, 2018 - Shalom Judieth Tentu Saja Ada Banyak Bukti Dari Kitab Suci Dan Catatan Sejarah Bahwa Tuhan Yesus Mati May 4th, 2018 - Gua Maria Kerep Ambarawa menjadi
Yusufatau Yosef, yang dikenal juga sebagai Yusuf dari Nazaret, Yusuf suami Maria, atau Santo Yusuf, adalah tokoh Alkitab yang merupakan suami dari Maria yang melahirkan Yesus. Riwayatnya dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Injil Matius memberi kesaksian bahwa Yusuf adalah orang yang baik hati dan sederhana. Ia disebut "anak Daud", karena merupakan keturunan langsung dari
Sengsaradan wafat Yesus berawal dari kisah penangkapan-Nya di taman Getsemani oleh para prajurit dan penjaga bait Allah. Mereka datang bersama Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus. Peristiwa ini tidak mengejutkan Yesus karena Ia sudah tahu apa yang akan menimpa diri- Nya. Namun, para murid yang berada di situ bersama Yesus tidak memahami
Welcher Reiche Mann Sucht Eine Frau. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Maria adalah Bunda Allah dan Bunda Gereja. Ia adalah ibu Yesus, Anak Allah Penyelamat dunia. Ia dirahmati khusus oleh Allah. Ia dikenal oleh umat Katolik sebagai ibu dari Yesus yang tetap perawan. Tetapi Maria juga adalah bunda atau ibu dari seluruh umat manusia di dunia, yang penuh dengan belas kasih dan lembut hati. Kedudukan Bunda Maria dalam Gereja sangat istimewa. Ia adalah orang kudus terbesar melebihi para kudus lainnya karena peranannya dalam sejarah keselamatan umat memiliki peran yang begitu besar dalam sejarah keselamatan, maka ia juga menjadi bunda pengantara kita “Ad Jesum per Mariam” Menuju Yesus melalui Bunda Maria adalah istilah yang sering kita dengar. Melalui dan dalam Maria kita memperoleh keselamatan dari Allah dalam diri Yesus Kristus Putera dipersiapkan secara khusus oleh Allah, sehingga sejak dari dalam kandungan ia tidak berbuat dosa. Setelah melahirkan Yesus pun ia tetap perawan Dogma 1854. Oleh rahmat dan perlindungan Allah, ia terlindung dari segala noda dosa, ia hidup tanpa cela. Dalam teks Kitab suci, Maria disebut sebagai Bunda Allah karena melahirkan Kristus, Maria juga disebut sebagai Bunda Gereja, karena Kristus adalah kepala umat yang adalah Tubuh-Nya yang memperoleh hidup dalam Kristus. Peran Maria dalam sejarah keselamatan begitu penting, ia dirahmati secara khusus oleh Allah di dalam panggilannya menjadi Bunda Allah dan Gereja DATA KITAB SUCI Dasar Kitab Suci yang mengungkapkan Bunda Maria sebagai Theotokos 315 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Janji ini tentang perempuan itu the woman dan keturunannya’ mengacu kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria, ibu yang 142-43 Dalam teks Kitab Suci tersebut mengajarkan kepada kita bahwa Maria adalah seseorang yang dipilih oleh Allah dimana Elisabeth menyebut Bunda Maria sebagai “ibu Tuhanku.” Dan Elisabeth juga menyebutkan Maria sebagai seseorang yang terberkati di antara wanita, oleh karena ia mengandung Yesus Putra 714; Matius 123, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Immanuel, yang berarti, “Allah menyertai kita.”Ayat ini mengungkapkan bahwa kelahiran Yesus adalah pemenuhan janji Allah yang dikandung oleh seorang manusia yakni Maria yang disebut sebagai “anak darah” karena ia memang telah dipersiapkan Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus 135 Kata malaikat itu, “….sebab anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Allah.” Ayat tersebut mengungkapkan bahwa anak yang dikandung Maria benar-benar anak Allah yang 211. “Maka masuklah mereka … dan melihat Anak itu bersama dengan ibu-Nya.” Ayat ini mengungkapkan juga bahwa Anak yang dimaksudkan adalah Yesus yang bersama dengan ibu-Nya Bunda 44 “tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.” Ayat ini mengungkapkan bahwa Yesus anak Allah benar-benar dilahirkan oleh seorang perempuan yakni Bunda 143 “kata Elisabet bunda Yohanes Pembaptis siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku”. Ayat ini ingin menjelaskan bahwa Elisabet yang adalah saudara Maria pun mengakui bahwa Maria adalah ibu Tuhannya, yakni Allah. Ayat ini mengungkapkan secara jelas bahwa Maria adalah bunda 120-22; Lukas 130-33; Markus 335 “kata malaikan Tuhan kepada Yusuf Jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu karena anak dalam kandungan itu adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau akan menamakan dia Yesus,... Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi sesungguhnya anak darah itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”- yang berarti Allah beserta kita. Dasar Kitab Suci yang mengungkapkan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja 311 = “Maria menuntun manusia untuk percaya kepada Kristus” 1927 = “kata Yesus kepada murid-Nya itulah ibumu’” ayat tersebut mengungkapkan bahwa Yesus pun menyebutkan bahwa Maria juga adalah ibu dari murid-murid-Nya yang sekarang disebut sebagai 114 = Maria ada bersama para murid bertekun dalam doa menantikan kepenuhan janji Kristus yang 320 = “Hawa dari semua yang hidup.” Ayat ini merujuk kepada Maria yang mengungkapkan bahwa ia adalah ibu dari semua yang 32 = “Semak bernyala yang tak hangus” mengungkapkan figur Maria mengandung putranya tanpa kehilangan = “Tabut Perjanjian yang atasnya Allah menyatakan kehadiran-Nya” dipakai sebagai figur Maria yang membawa dalam rahimnya Allah yang menjelma. Dasar Kitab Suci Kekudusan dan Keperawanan Maria 124-25 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki …Ayat tersebut mengungkapkan bahwa Maria memperoleh anugerah yang begitu besar dan bahkan istimewa karena sekalipun ia telah melahirkan anaknya yakni Yesus ia tetap adalah seorang perempuan yang perawan.. 27 …dan ia Maria melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin… Kata kunci di sini adalah, ’sulung’. Sulung di sini tidak berarti bahwa Yesus kemudian mempunyai adik-adik. Sulung’ di dalam Alkitab menerangkan hak istimewa dari seseorang. Kristus disebut ’sulung’ adalah untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Israel’ yang baru, yang menjadi yang sulung dari banyak saudara Rom 829, yang sulung dari segala ciptaan Kol 115.Ayat tersebut juga mengajarkan epada kita bahwa Maria benar-benar telah melahirkan anaknya yang sulung yakni Yesus, yang mengungkap bahwa Maria adalah Bunda Yesus yang adalah Allah 323 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah…” Ayat ini sering dikutip oleh umat Protestan untuk menyatakan bahwa semua orang berdosa, termasuk Bunda Maria. Sebenarnya perikop ini tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa” dalam arti mutlak tetapi kita perluh memahami konteks yang dibicarakan tersebut bertujuan untuk siapa. Sebab Yesus adalah perkecualiannya, dan anak- anak yang di bawah umur under the age of reason juga demikian. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria juga termasuk kekecualian dalam hal ini. Dengan demikian, gaya bahasa yang digunakan di sini adalah hiperbolisme, dengan pesan utama yang hendak disampaikan, bahwa secara umum manusia dari segala golongan, telah berbuat 151-9 dan Yohanes 1927 Dalam Injil Matius bab 15, Yesus mengecam orang-orang Farisi yang mempersembahkan korban tetapi kemudian menelantarkan orang tua mereka. Hukum pada Perjanjian Lama seharusnya mewajibkan seorang anak untuk menanggung orang tuanya, sehingga praktek orang Farisi yang melanggar hal ini membuat Yesus menyebut mereka sebagai munafik’ Mat 151-7. Dalam Yoh 1926-27, pada saat Yesus disalibkan, Yesus memberikan Maria ibu-Nya kepada Yohanes anak Zebedeus rasul yang dikasihi-Nya, yang bukan saudara-Nya. Seandainya Yesus mempunyai adik-adik, seperti yang dianggap oleh gereja Protestan, perbuatan Yesus ini sungguh tidak masuk di akal. Yesus yang mengecam orang Farisi yang menelantarkan orang tuanya, tidak mungkin menyebabkan saudara-Nya sendiri menelantarkan ibu-Nya. Kenyataan bahwa Yesus mempercayakan Maria kepada Yohanes adalah karena Ia tidak mempunyai saudara kandung, karena Bapa Yusuf-pun telah meninggal dunia, dan Yesus tidak mau meninggalkan ibu-Nya sebatang ayat tersebut menyinggung Yesus yang telah memberikan ibu-Nya kepada Yohanes yang adalah murid-Nya. Akan tetapi nilai positif yang diangkat Gereja yakni Yesus benar-benar mencintai dan mengasihi ibu-Nya sehingga Ia tidak membiarkan ibu-Nya kesepian setelah kematian-Nya di Kayu Salib. Unuk itu Ia memberikan ibu-Nya kepada murid-Nya untuk dianggap sebagai ibunya pulah. Seperti halnya Yesus memberikan ibu-Nya kepada murid-Nya begitu pulah Gereja mengimani bahwa Maria bukan hanyalah Bunda Allah akan tetapi juga adalah Bunda Gereja.DATA TRADISI BAPA-BAPA Gregorius Naziansa 382 menyatakan, barangsiapa tidak percaya bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah, maka ia adalah orang asing bagi Allah. Sebab Bunda Maria bukan semata-mata saluran, melainkan Kristus sungguh-sungguh terbentuk di dalam rahim Maria secara ilahi karena tanpa campur tangan manusia namun juga secara manusiawi karena mengikuti hukum alam manusia. Lihat St. Gregory Nazianzus, To Cledonius, 101 Yohanes Cassian 430 “….Kami akan membuktikan oleh kesaksian Ilahi bahwa Kristus adalah Allah dan bahwa Maria adalah Bunda Allah.” John Cassian, The Incarnation of Christ, II2. Vincent dari Lerins 450 “Semoga Tuhan melarang siapapun yang berusaha merampas dari Maria yang kudus, hak-hak istimewanya yaitu rahmat ilahi dan kemuliaannya. Sebab dengan keistimewaannya yang unik dari Tuhan, ia disebut sebagai Bunda Allah [Theotokos] yang sungguh dan yang sangat terberkati. Santa Maria adalah Bunda Allah, sebab di dalam rahimnya yang kudus digenapilah misteri yang karena kesatuan Pribadi yang unik dan satu-satunya, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia, sehingga manusia itu adalah Tuhan dan di dalam Tuhan. St. Vincent dari Lerins, The Commonitoriy for the Antiquity and Universality of the Catholic Faith, 15ARGUMEN APOLOGI BERDASARKAN DOKUMEN RESMI GEREJADATA TRADISI KONSILI, MAGISTERIUM•Pengajaran Magisterium Gereja TheotokosGereja Katolik mengajarkan “Maria adalah sungguh- sungguh Bunda Allah” De fide Ludwig Ott, Fundamentals of Catholic Dogma, p. 196. Doktrin Maria sebagai Bunda Allah/ “Theotokos” ……. dinyatakan Gereja melalui Konsili di Efesus 431 dan Konsili keempat di Chalcedon 451. Pengajaran ini diresmikan pada kedua Konsili tersebut, namun bukan berarti bahwa sebelum tahun 431, Bunda Maria belum disebut sebagai Bunda Allah. Kepercayaan Gereja akan peran Maria sebagai Bunda Allah dan Hawa yang baru sudah berakar sejak abad awal. Keberadaan Konsili Efesus yang mengajarkan “Theotokos” tersebut adalah untuk menolak pengajaran sesat dari Nestorius. Nestorius hanya mengakui Maria sebagai ibu kemanusiaan Yesus, tapi bukan ibu Yesus sebagai Tuhan, sebab menurut Nestorius yang dilahirkan oleh Maria adalah manusia yang di dalamnya Tuhan tinggal, dan bukan Tuhan sendiri yang sungguh menjelma menjadi manusia. Konsili Efesus mengajarkan“Jika seseorang tidak mengakui bahwa Emmanuel adalah Tuhan sendiri dan oleh karena itu Perawan Suci Maria adalah Bunda Tuhan Theotokos; dalam arti di dalam dagingnya ia [Maria] mengandung Sabda Allah yang menjelma menjadi daging [seperti tertulis bahwa “Sabda sudah menjadi daging”], terkutuklah ia.” D113Bahwa Maria adalah Bunda Allah adalah pengajaran Gereja sepanjang sejarah dan ini ditegaskan kembali dalam Konsili Vatikan II“Sebab perawan Maria, yang sesudah warta Malaikat menerima Sabda Allah dalam hati maupun tubuhnya, serta memberikan Hidup kepada dunia, diakui dan dihormati sebagai Bunda Allah dan [Bunda] penebus yang sesungguhnya.” Lumen Gentium 53 •Pengajaran Magisterium Gereja Maria disucikan dan tetap perawan seumur perannya sebagai Bunda Allah dan Hawa yang baru, Bunda Maria dipersiapkan Allah, sebagai berikut dikandung tanpa noda, dibebaskan dari dosa asal De fide lih. Dr. Ludwig Ott, Fundamentals of Catholic Dogma, ed. James Canon Bastible, Rockford, Illinois TAN books and publishers, Inc. 1974 dari dosa ini adalah persyaratan yang layak bagi seorang perempuan dan keturunannya, yang akan melawan Iblis lih. Kej 315. Bagaimanakah sang perempuan itu dapat melawan Iblis, jika ia sendiri telah jatuh ke dalam perangkap Iblis itu? Maka pada tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius IX dalam Bulla, “Ineffabilis Deus” mengajarkan doktrin untuk diimani oleh semua umat beriman“Dengan rahmat yang unik dan hak istimewa yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Besar, oleh jasa Yesus Kristus Sang Penebus umat manusia, Perawan Maria yang tersuci pada saat konsepsinya, dibebaskan dari segala noda dosa asal.” D 1641 di kandungan, Maria dibebaskan dari concupiscence / kecenderunga berbuat dosa Sententia communis. Walaupun hal ini bukan merupakan pengajaran de fide, namun para teolog secara umum mengajarkan demikian berdasarkan ajaran St. Thomas Aquinas dalam ST III q. 27, dari rahmat yang istimewa dari Tuhan, Maria dibebaskan dari setiap dosa sepanjang hidupnya Sententia fidei proxima. Konsili Trente 1545-1563 mengajarkan “Tidak ada orang yang benar dapat untuk sepanjang hidupnya menghindari semua dosa, bahkan dosa- dosa ringan, kecuali atas dasar hak istimewa dari Tuhan, yang diyakini Gereja diberikan kepada Perawan Maria yang terberkati.” D 833Paus Pius XII dalam surat ensikliknya, Mystici Corporis, tentang Perawan dan Bunda Tuhan, bahwa “Ia tidak berdosa, baik dosa pribadi maupun dosa asal yang diturunkan.” adalah Perawan, sebelum pada saat dan sesudah kelahiran Yesus Kristus De fide.Konsili Konstantinopel II 553 menyebutkan Bunda Maria sebagai, “kudus, mulia, dan tetap Perawan Maria”. Konsili ini merangkum ajaran-ajaran penting sehubungan dengan ajaran bahwa Yesus, adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Termasuk dalam ajaran ini adalah tentang keperawanan pemahaman tentang Maria dikuduskan Allah diperoleh dengan memahami perbandingannya dengan Tabut Perjanjian di PL. Jika Tabut Perjanjian Lama saja begitu dikuduskan Allah, betapa Allah akan lebih lagi secara istimewa menguduskan Maria, Tabut Perjanjian Baru, yang mengandung dan melahirkan Kristus, Sang Sabda yang telah menjadi daging, Sang Roti Hidup dan Sang Imam Agung. Sinode Lateran 649 di bawah Paus Martin I mengatakan“Ia [Maria] mengandung tanpa benih laki-laki, [melainkan] dari Roh Kudus, melahirkan tanpa merusak keperawanannya, dan keperawanannya tetap tidak terganggu setelah melahirkan.” D256 Keperawanan Maria termasuk 1 keperawanan hati, 2 kemerdekaan dari hasrat seksual yang tak teratur dan 3 integritas fisik. Namun doktrin Gereja secara prinsip mengacu kepada keperawanan tubuh/ fisik mengandung dari Roh Kudus, tanpa campur tangan manusia De fide. Ini sesuai dengan kabar gembira yang disampaikan oleh malaikat Gabriel lih. Luk 1 35. Maria mengandung dari Roh Kudus dinyatakan dalam Syahadat Aku Percaya, “Qui conceptus est de Spiritu Sancto.” D 86, 256,993 melahirkan Putera-Nya tanpa merusak keperawanannya De fide. Keperawanan Maria pada saat melahirkan Yesus termasuk dalam gelar, “tetap perawan” yang diberikan kepada Maria oleh Konsili Konstantinopel 553 D214, 218, 227. Doktrin ini diajarkan oleh Paus Leo I dalam Epistola Dogmatica ad Flavianum Ep 28,2, disetujui oleh Konsili di Kalsedon, dan diajarkan dalam Sinode Lateran 649. Prinsipnya adalah ajaran dari St. Agustinus Enchiridion 34 yang mengajarkan dengan analogi- Yesus keluar dari kubur tanpa merusaknya, Ia masuk ke dalam ruangan terkunci tanpa membukanya, menembusnya sinar matahari dari gelas, lahirnya Sabda dari pangkuan Allah Bapa, keluarnya pikiran manusia dari melahirkan Yesus, Maria tetap perawan De fide. Konsili Konstantinopel 553 dan Sinode Lateran menyebutkan gelar “tetap perawan”D 214, 218, 227. St. Agustinus dan para Bapa Gereja mengartikan ayat yang disampaikan oleh Bunda Maria, “karena aku tidak bersuami I know not man” Luk 134 Douay Rheims Bible adalah suatu ungkapan kaul Bunda Maria untuk hidup selibat sepanjang Vatikan II mengajarkan demikian “Kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Baru, begitu pula Tradisi yang terhormat, memperlihatkan peran Bunda Penyelamat dalam tata keselamatan dengan cara yang semakin jelas … Dalam terang itu ia [Maria] sudah dibayangkan secara profetis dalam janji yang diberikan kepada leluhur pertama [Adam dan Hawa] yang jatuh berdosa. Ia adalah Perawan yang mengandung dan melahirkan seorang Anak laki- laki, yang akan diberi nama Imanuel lih. Yes 714; bdk. Mi 52-3; Mat 122-23.” Lumen Gentium 55 Adapun Bapa yang penuh belaskasihan menghendaki, supaya penjelmaan Sabda didahului oleh persetujuan dari pihak dia, yang telah ditetapkan menjadi Bunda-Nya. Dengan demikian, seperti dahulu seorang wanita mendatangkan maut, maka kini seorang wanitalah yang mendatangkan kehidupan. Itu secara amat istimewa berlaku tentang Bunda Yesus, yang telah melimpahkan kepada dunia Hidup sendiri yang membaharui segalanya, dan yang oleh Allah dianugerahkan kurnia-kurnia yang layak bagi tugas seluhur itu. Maka mengherankan juga, bahwa di antara para Bapa suci menjadi lazim untuk menyebut Bunda Allah suci seutuhnya dan tidak terkena oleh cemar dosa manapun juga, bagaikan makhluk yang diciptakan dan dibentuk baru oleh Roh Kudus…” Lumen Gentium 56 dihormati di surga sebagai Ratu alam semestaKonsili Vatikan II mengajarkan“Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat melalui kemuliaan di sorga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan lih. Why 1916, yang telah mengalahkan dosa dan maut.” Lumen Gentium 59 adalah Bunda Gereja, Bunda umat Vatikan II mengajarkan“Ia [Maria] dianugerahi kurnia serta martabat yang amat luhur, yakni menjadi Bunda Putera Allah, maka juga menjadi Puteri Bapa yang terkasih dan kenisah Roh Kudus. Karena anugerah rahmat yang sangat istimewa itu ia jauh lebih unggul dari semua makhluk lainnya, baik di sorga maupun di bumi. Namun sebagai keturunan Adam, ia termasuk golongan semua orang yang harus diselamatkan. Bahkan “ia [Maria] memang Bunda para anggota Kristus. Karena dengan cinta kasih ia menyumbangkan kerjasamanya, supaya dalam Gereja lahirlah kaum beriman, yang menjadi anggota Kepala itu”. Oleh karena itu ia menerima salam sebagai anggota Gereja yang serba unggul dan sangat istimewa, pun juga sebagai pola teladannya yang mengagumkan dalam iman dan cinta kasih. Menganut bimbingan Roh Kudus Gereja Katolik menghadapinya penuh rasa kasih dan sayang sebagai bundanya yang tercinta.” Lumen Gentium 53“Dengan mengandung Kristus, melahirkan-Nya, membesarkan-Nya, menghadapkan-Nya kepada Bapa di kenisah, serta dengan ikut menderita dengan Puteranya yang wafat di kayu salib, ia secara sungguh istimewa bekerja sama dengan karya Juru selamat, dengan ketaatannya, iman, pengharapan serta cinta kasihnya yang berkobar, untuk membaharui hidup adikodrati jiwa-jiwa. Oleh karena itu dalam tata rahmat ia [Maria] menjadi Bunda kita.” Lumen Gentium 61PESAN BAGI UMAT BERIMANKetaatan dan kekudusan Maria Teladan KitaKetaatan Maria menjadi contoh bagi kita, demikian juga dengan iman Maria ini bahkan dapat dibandingkan dengan ketaatan Bapa Abraham, sebagai bapa umat beriman. Ketaatan iman Abraham menandai Perjanjian Lama, sedangkan ketaatan Maria menandai Perjanjian Baru. Ketaatan iman Maria sampai di kaki salib Kristus mendorong kita juga untuk taat sampai akhirnya, bahkan ketika tidak ada dasar untuk berharap’ lih. Rom 418.Ketaaatan Bunda Maria ini mencakup ketaatan dalam mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya lih. Luk 821. Kita patut mencontoh Bunda Maria yang taat dan setia sepanjang hidupnya, ketaatan yang membawanya berdiri mendampingi Yesus sampai di kaki Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru juga menjadi teladan bagi kita. Sebab dengan tingkatan yang berbeda, sebenarnya kitapun menjadi tabut/ bait Allah 1 Kor 316; 619, terutama pada saat kita menyambut Kristus dalam Ekaristi kudus. Seharusnya, seperti Maria yang bergegas melayani Elizabeth, maka kita, setelah mengandung’ Kristus di dalam tubuh kita, selayaknya bergegas melayani sesama yang memiliki peran penting dalam Gereja sebagai Bunda Allah dan Gereja. lewat perantaraan Maria sebagai Ibu Yesus Kristus maka setiap doa dan penyerahan yang kita yang dibawaan atau diungkapkan lewat perantaraannya pasti akan menjadi prioritas Yesus menghormati ibu-Nya selayaknya juga kita sebagai umat yang percaya kepada-Nya untuk menghormati Maria sebagai Ibu kita. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
- Hari ini, Kamis 29/3/2018, seluruh umat Kristen merayakan masa Kamis Putih, jelang perayaan Paskah atau wafatnya Yesus. Mengutip laporan Antara, di Larantuka, sebuah kota kecil yang terletak di bawah kaki Gunung Ile Mandiri yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Flores Timur itu, perayaan Paskah didahului dengan tradisi Prosesi Semana Santa yang dimulai pada Rabu malam, yang dikenal dengan sebutan Rabu Trewa 28 Maret tahun, sekitar satu minggu menjelang perayaan paskah, umat Katolik di Larantuka melaksanakan tradisi Semana Santa, yang telah berlangsung lebih dari lima abad, sejak bangsa Portugis menyebarkan agama Katolik dan berdagang cendana di Kepulauan Nusa Tenggara. Semana Santa berasal dari kata semana pekan dan santa suci, yang artinya pekan suci yang dimulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Perayaan Minggu kini, prosesi Semana Santa telah menjadi agenda tahunan dari pemerintah daerah Flores Timur sebagai wisata rohani dalam menarik wisatawan baik domestik maupun Semana Santa Pada hari terbelenggu trewa, umat Katolik setempat mulai berkumpul di kapel-kapel yang ada untuk berdoa mengenang kisah pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus di Taman akhirnya ditangkap dan kemudian disalibkan oleh para serdadu Romawi. Pada saat Rabu Trewa inilah, kota Reinha Rosari Larantuka berubah menjadi kota berkabung, tenggelam dalam khidmat dan refleksi pada pemurnian jiwa menuju pentas Jumat Agung nan Larantuka sedang berkabung, tenggelam dalam khidmat dan refleksi pada pemurnian jiwa menuju pentas Jumat Agung nan abadi pada 30 Maret Kamis Putih 29/3/2018 sore, kongregasi setempat mulai melakukan upacara Tikam Turo, yakni mempersiapkan rute prosesi dengan menanam lilin di sepanjang ruas jalan yang menjadi rute prosesi Jumat Agung yang jatuh pada 30 Maret 2018. Di Kapel Tuan Ma Bunda Maria, patung Bunda Maria yang telah dimeteraikan dalam sebuah peti mati selama satu tahun penuh, harus dibuka dengan penuh hati-hati oleh petugas Conferia sebuah badan organisasi dalam gereja yang telah diangkat melalui Bunda Maria berkeramat itu, kemudian diambil dan dimandikan oleh petugas yang ditunjuk. Setelah itu, Patung Bunda Maria pelindung Kota Reinha Rosari Larantuka itu kemudian dikenakan pakaian berkabung selembar kain warna hitam atau ungu, atau mantel beludru biru.Pada puncak ritual Sesta Vera atau Jumat Agung itu, pintu kapel Tuan Ma dan Tuan Ana Patung Bunda Maria dan Patung Yesus dibuka untuk umum mulai pukul diawali dengan arak-arakan perahu serta puluhan bahkan ratusan kapal motor untuk mengantar Tuan Menino Patung Yesus dari Kapela Tuan Menino Kota Sau ke Kapela Pohon Sirih di Pante Kuce, depan istana raja ini memberi kesan kuat bahwa pusat ritual itu kepada Yesus Kristus karena mengalami penyiksaan yang panjang sampai wafat di salib yang disaksikan sendiri oleh Maria, ibu kandungnya Mater Dolorosa.Menurut legenda, Patung Tuan Ma ditemukan oleh seorang laki-laki di Pantai Larantuka sekitar 500 tahun yang lampau. Ia kemudian menyerahkan patung tersebut kepada Raja lebih dari empat abad, wilayah ini mewarisi agama Katolik yang cukup kuat di Nusantara lewat peran para misionaris, persaudaraan rasul rakyat biasa Confreria, Suku Semana, Suku Kakang Lewo Pulo serta Suku Pou Lema dalam pertumbuhan agama Katolik di wilayah Larantuka. - Sosial Budaya Reporter Yandri Daniel DamaledoPenulis Yandri Daniel DamaledoEditor Yandri Daniel Damaledo
Dalam literature iman Kristiani, nama Maria tentu sudah tidak asing lagi. Nama ini sebenarnya mengacu lebih dari satu orang, karena sekitar 2000 tahun yang lalu, nama Maria termasuk nama yang popular digunakan untuk wanita Bani Israil. Bible sendiri juga telah menceritakan bahwa dalam satu masa dan satu tempat, terdapat lebih dari satu Maria. Akan tetapi, yang akan dibahas di sini tentunya bukanlah semua wanita yang bernama Maria pada zaman tersebut, karena diantara mereka ada yang hanya berperan sebagai “pemain figuran” dalam Bible. Yang akan dibahas di sini tentunya adalah Maria yang memiliki kedudukan yang cukup penting dalam iman Kristiani, yaitu Bunda Maria, sesosok figure wanita yang telah melahirkan Isa al-Masih [Yesus]. Walaupun beliau termasuk tokoh penting dalam iman Kristiani, terutama dalam gereja Katholik Roma, ternyata nama beliau juga cukup dikenal dalam agama Yahudi [Judaisme] dan Islam. Tentunya dengan persepsi yang berbeda. Dalam pandangan umat Yahudi, umat yang menjadi pewaris Taurat Musa as dan Harun as, nama Maria dijadikan sebagai satu dari “tokoh antagonis”. Mereka menyatakan bahwa beliau adalah seorang pezina sehingga melahirkan bayi haram [Isa al-Masih] dari hubungan dengan Yusuf si tukang kayu. Dalam pandangan umat Kristiani, khususnya aliran Katholik Roma, Maria menempati kedudukan yang tinggi. Dalam gereja Katholik Roma, Maria dijuluki Sang Perawan Suci dan Bunda Allah. Dalam pandangan sebagian besar umat Kristiani, Maria termasuk hamba Tuhan yang baik. Banyak yang percaya bahwa setelah wafat, jasad beliau diangkat ke surga. Walaupun dipandang sebagai hamba, Maria dan beberapa orang-orang suci Kristiani lainnya yang biasanya bergelar Santo atau Santa memiliki andil dalam peribadatan kepada Tuhan. Maksudnya, dalam pandangan Kristiani, khususnya Katholik Roma, sah-sah saja berdoa kepada Bunda Maria atau orang-orang suci lainnya karena mereka dianggap mereka orang yang dekat dengan Tuhan. Mereka berharap, Bunda Maria dapat menyampaikan doa tersebut kepada Tuhan. Dalam hal ini, Bunda Maria dan orang-orang suci lainnya dianggap sebagai perantara dalam berdo’a kepada Tuhan. Maryam dalam Islam Dalam perspektif Islam, Bunda Maria, yang lebih dikenal dengan nama Maryam binti Imran [Maryam puteri/anak perempuan dari Imran] merupakan satu dari empat wanita paling agung yang pernah hidup di dunia, di samping Asiyah isteri Fir’aun, Khadijah isteri Nabi Muhammad s’aw, dan Fathimah binti Muhammad s’aw. Bahkan Maryam merupakan satu-satunya wanita yang namanya diabadikan dalam kitab suci al-Qur’an. Bahkan salah satu surahnya, ada yang dinamai dengan surah “Maryam”[surah ke-19]. Namun berbeda dengan iman Kristiani, dalam akidah Islam, Maryam dan makhluk lainnya tanpa terkecuali tidak memiliki secuilpun bagian dari masalah ketuhanan dan peribadahan. Jadi beliau tidak dapat dijadikan perantara dalam beribadah dan berdo’a, dan tidak memiliki andil dalam masalah ketuhanan yang lain. Dalam masalah ibadah, umat Islam diperintahkan untuk langsung beribadah kepada Allah SWT tanpa perantara. Walaupun dalam Islam memang boleh untuk titip do’a alias meminta dido’akan oleh orang yang shalih, namun orang tersebut harus masih hidup dan di tempat itu juga. Jadi, jika orang shalih tersebut sudah wafat, kita tidak boleh meminta do’a darinya. Contohnya dalam kasus kekeringan yang menimpa kota Madinah pada masa Khalifah Umar ibn Khaththab r'a [salah satu shahabat Nabi Muhammad s’aw dan merupakan khalifah kedua umat Islam]. Beliau tidak lantas ziarah ke makam Nabi s’aw dan meminta do’anya, namun beliau meminta do’a dari Abbas ibn Abdul Muthalib r'a, paman Nabi s’aw yang masih hidup. Umat Islam dilarang meminta do'a kepada orang yang telah wafat Selain itu, juga tidak diperkenankan meminta do’a dari orang shalih yang masih hidup, tetapi orang tersebut berada di tempat lain dan dibatasi oleh suatu pembatas, sehingga tidak dapat saling berkomunikasi . Jadi kita tidak diperkenankan berkata,”Ya Fulan, saya minta do’a darimu…” padahal orang shalih tersebut tak tahu menahu tentang keinginan dari si peminta do’a alias dia tidak tahu kalau ada orang yang titip do’a kepadanya. Kesimpulannya, Islam menutup segala kemungkinan untuk umatnya melakukan ibadah kepada selain Allah. Dalam Islam, Allah-lah yang menjadi sentral peribadahan, tak ada yang berhak menerima peribadahan selain Allah saja. Maryam dalam Al-Qur’an Ada beberapa bagian dari sejarah Maryam r’a yang diabadikan dalam kitab suci al-Qur’an. Beliau dalam masa hidupnya dipenuhi oleh kesucian dan ketaatan kepada Allah dan selalu dikelilingi oleh orang shalih. Setelah beliau dilahirkan, ibu beliau [Hannah] membawanya ke Baitul Maqdis dan menyerahkan pengawasan beliau kepada Nabi Zakariyya as. “… dan Allah menjadikan Zakariyya pemeliharanya…” [QS. Ali Imran 03 37]. Beliau juga mendapat berbagai rezeki dari Allah SWT. “…Setiap Zakariyya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariyya berkata, Hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?’ Maryam menjawab, Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.’” [QS. Ali Imran 03 37]. Beliau juga mendapat keajaiban, yaitu dapat melahirkan tanpa campur tangan laki-laki. “Berkata Maryam,’Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.’ Allah berfirman dengan perantaraan Jibril,’Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya,’Jadilah’, lalu jadilah dia.’” [QS. Ali Imran 03 47]. Allah juga membela beliau saat tuduhan zina dilemparkan kepada beliau lantaran memiliki anak tanpa suami. “Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata,’Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.’” [QS. Maryam 19 27]. Lalu Allah menunjukkan kuasa-Nya. “Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata,’Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?’ {29} Berkata Isa,’Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab Injil dan Dia menjadikan aku seorang nabi. {30} dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup, {31} dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. {32} Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’”{33} [QS. Maryam 19]. Itu merupakan mukjizat Isa ibn Maryam [Isa putera Maryam] yang pertama di alam dunia ini. Ini adalah sedikit ulasan mengenai Maryam binti Imran ra [Maria/Mary], sesosok wanita yang terkemuka di dunia dan di akhirat. “Dan ingatlah ketika Malaikat Jibril berkata,’Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia yang semasa dengan kamu. [42] Hai Maryam, taatlah kepada Rabbmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'.’” [43] {QS. Maryam 19}. NB -SWT >> Subhanahu Wa Ta’ala [Maha Suci Dia dan Maha Tinggi]. -s’aw >> shalallahu alaihi wa salam [semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepadanya]. -as >> alaih salam [semoga Allah mencurahkan keselamatan kepadanya]. -r’a >> radhiallahu anhu/a [semoga Allah meridhainya]. -Baitul Maqdis >> rumah yang disucikan. Nama lain dari Masjid al-Aqsha di al-Quds [Yerusalem] timur. -Dalam Islam, nama Isa dinisbatkan dengan nama Maryam [Isa ibn Maryam] karena sejatinya, beliau memang tidak memiliki ayah. Berbeda dengan umat Kristiani yang menisbatkan beliau dengan Yusuf si tukang kayu [Matius dan Lukas].
Pertanyaan Jawaban Maria ibu Yesus dijuluki Allah sebagai "yang dikaruniai" Lukas 128. Julukan "dikaruniai" berasal dari satu kata Yunani yang berarti "berlimpah karunia." Maria menerima karunia Allah. Karunia adalah "perkenanan gratis," yang berarti kita menerima sesuatu walaupun kita tidak layak menerimanya. Maria membutuhkan karunia Allah sama seperti kita. Maria mengerti hal ini, sebagaimana ia nyatakan dalam Lukas 147,"... hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku..." Bunda Maria menyadari bahwa ia membutuhkan Juruselamat. Alkitab menggambarkan Maria sebagai orang biasa yang dipakai Allah secara luar biasa. Ya, memang Maria adalah wanita yang saleh dan dikaruniai oleh Allah Lukas 127-28. Pada waktu yang sama, Maria juga merupakan manusia yang berdosa yang membutuhkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, sama seperti manusia lain Pengkhotbah 720; Roma 323, 623; 1 Yohanes 18. Maria tidak mempunyai khodrat tak berdosa. Alkitab tidak pernah berkata bahwa kelahiran Maria beda dengan kelahiran manusia biasa. Maria adalah seorang perawan yang melahirkan Yesus Lukas 134-38, tetapi ide tentang keperawanan Maria yang abadi tidak Alkitabiah. Matius 125 ketika menulis tetang Yusuf menjelaskan ia "tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus." Kata "sampai" menjelaskan bahwa Yusuf dan Maria bersetubuh setelah Yesus dilahirkan. Maria masih merupakan perawan hingga kelahiran sang Juruselamat, namun Yusuf dan Maria mempunyai beberapa anak setelah Yesus dilahirkan. Yesus mempunyai empat saudara tiri Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas Matius 1355. Yesus juga mempunyai empat saudara tiri Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas Matius 1355. Yesus juga mempunyai saudari-tiri, walaupun nama mereka tidak disebutkan atau dirinci jumlahnya Matius 1355-56. Allah memberkati dan mengaruniai Maria dengan memberinya beberapa anak, dan di dalam adat setempat hal itu merupakan indikator akan berkat yang dilimpahkan Allah bagi seorang wanita. Pada suatu waktu ketika Yesus sedang berkhotbah, seorang wanita di tengah himpunan peserta menyatakan, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau" Lukas 1127. Tidak ada kesempatan lebih baik bagi Yesus untuk menyatakan bahwa Maria layak dipuji dan dijunjung tinggi. Apakah respon Yesus? "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya" Lukas 1128. Bagi Yesus, ketaatan terhadap Firman Allah lebih penting dibandingkan wanita yang melahirkan Juruselamat. Di dalam Alkitab, Yesus ataupun tokoh lainnya tidak pernah memberi perintah untuk memuji, memuliakan, atau meninggikan Maria. Saudara sepupu Maria, Elisabet, memuji Maria di dalam Lukas 142-44, namun pujian tersebut berdasar pada karunia yang ia dapatkan sebagai wanita yang melahirkan Sang Mesias, bukan kemuliaan Maria secara pribadi. Setelah Elisabet selesai, Maria juga memuji Tuhan akan perhatian-Nya pada orang-orang yang sederhana, serta belas kasihan-Nya, dan kesetiaan-Nya Lukas 146-55. Banyak yang mengira bahwa Maria merupakan salah satu sumber informasi Lukas dalam penulisan Injilnya baca Lukas 11-4. Lukas merekam kisah dimana malaikat Gabriel mengunjungi Maria dan memberitahunya bahwa Maria akan melahirkan seorang putra yang akan menjadi Juruselamat. Maria tidak mengerti karena ia merupakan perawan. Ketika Gabriel memberitahu Maria bahwa anak itu akan dibuahi oleh Roh Kudus, Maria menjawab, "'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.' Lalu malaikat itu meninggalkan dia" Lukas 138. Respon Maria percaya dan siap tunduk pada rencana Allah. Kita juga seharusnya memiliki iman yang setara pada Allah dan mengikuti Dia dengan yakin. Dalam menggambarkan peristiwa kelahiran Yesus dan respon mereka yang mendengar pesan para gembala tentang Yesus, Lukas menulis, "Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya" Lukas 219. Ketika Yusuf dan Maria membawa Yesus ke bait, Simeon menyadari bahwa Yesus adalah sang Juruselamat dan memuliakan Allah. Yusuf dan Maria kagum akan ucapan Simeon. Simeon memberitahu Maria, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri-,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang" Lukas 234-35. Pada waktu yang lain di bait, ketika Yesus berusia dua-belas tahun, Maria kesal karena Yesus tidak ikut ketika orang tua-Nya kembali ke Nasaret. Mereka tertekan dalam mencari-Nya. Ketika mereka menemukan Dia, masih di bait, Ia menjelaskan bahwa Ia harus berada di rumah Bapa-Nya Lukas 249. Yesus kembali ke Nasaret dengan orang-tua duniawinya dan tunduk kepada mereka. Sekali lagi, kita diberitahu bahwa Maria "menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya" Lukas 251. Mengasuh Yesus sepertinya sebuah upaya yang membingungkan tetapi juga penuh pengalaman yang menyentuh hati, dan kenangan ini semakin memuncak ketika Maria mulai memahami sosok Yesus. Kita juga dapat menyimpan dan merenungkan di hati pengetahuan kita akan Allah serta kenangan tindakan-Nya dalam kehidupan kita. Ialah Maria yang meminta Yesus campur tangan dalam pernikahan di Kana, ketika Ia melakukan mujizat-Nya yang pertama dan mengubah air menjadi anggur. Meskipun Yesus sepertinya menolak pada awalnya, Maria memerintah supaya para pelayan menaati perintah-Nya. Mari beriman pada-Nya Yohanes 21-11. Di tengah pelayanan publik Yesus, keluarga-Nya mulai prihatin. Markus 320-31 mencatat, "Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi." Ketika keluarganya tiba, Yesus menyatakan bahwa mereka yang melakukan kehendak Allah adalah keluarga-Nya. Saudara Yesus tidak mempercayai-Nya sebelum Ia disalib, namun setidaknya dua di antaranya percaya setelah itu — Yakobus dan Yudas, penulis kitab Perjanjian Baru Tampaknya Maria mempercayai Yesus di sepanjang hidup-Nya. Ia hadir pada peristiwa penyaliban ketika Yesus mati Yohanes 1925, dan peristiwa itu sejalan dengan nubuat Simeon tentang "suatu pedang akan menembus jiwa..." Di atas salib, Yesus meminta Yohanes mengambil alih peran-Nya sebagai putra Maria, dan Yohanes membawa Maria ke rumahnya Yohanes 1926-27. Maria juga berada bersama para rasul pada hari Pentakosta Kisah 114. Akan tetapi, Maria sudah tidak dibahas lagi setelah Kisah pasal pertama. Para rasul tidak memberi peran yang besar pada Maria. Kematian Maria tidak direkam oleh Alkitab. Tidak ada rekaman tentang kenaikan Maria ke surga atau diberikannya peran yang penting di surga. Sebagai ibu duniawi Yesus, Maria perlu dihormati, namun bukan disembah atau dipuja. Alkitab tidak memberi indikasi sedikitpun bahwa Maria dapat mendengar doa kita atau menjadi perantara kita terhadap Allah. Yesus adalah satu-satunya pembela dan perantara kita di surga 1 Timotius 25. Jika disembah, dipuja, atau menerima doa, Maria akan menjawab dengan respon yang sama dengan para malaikat "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah!" baca Wahyu 1910, 229. Maria sudah memberi teladan dengan mengarahkan puji-sembah, hormat, dan pujaannya kepada Allah saja "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus" Lukas 146-49. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apa kata Alkitab mengenai bunda Maria?
Via Crucis Sukamoro di pinggiran Kota Palembang. Romo Titus Jatra Kelana Pr SALAH satu situs ziarah kristiani di Tanah Suci yang ramai dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari berbagai belahan dunia adalah Via Dolorosa. Nama ini tentu tidak asing bagi umat kristiani, lebih-lebih bagi mereka yang pernah mengikuti perjalanan ziarah ke Yerusalem. Via Dolorosa merupakan nama sebuah jalan di Kota Tua Yerusalem, nama ini berasal dari bahasa Latin yang berarti jalan kesengsaraan atau jalan penderitaan. Menurut tradisi sejarah, jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus saat memanggul salib-Nya menuju ke puncak Kalvari. Yisca Harani, seorang pakar Kekristenan dan ziarah di Tanah Suci sebagaimana ditulis oleh Liberty Jemadu dalam mengatakan bahwa rute yang disebut Via Dolorosa itu sudah berubah berkali-kali. Tergantung pada pihak yang menguasai Yerusalem. Bagi orang kristiani, Via Dolorosa memiliki makna mendalam. Jalan yang diapit bangunan berdinding batu kapur inimenjadi saksi bisu perjalanan salib Yesus yang merupakan wujud nyata kasih Allah kepada manusia. Menapaki Via Dolorosa berarti melakukan perjalanan doa melalui jalan-jalan yang diyakini dilalui Yesus dari saat Ia diadili dan dihukum mati oleh Pontius Pilatus, memanggul salib-Nya, disalib, wafat dan dimakamkan. Yesus telah memilih dan menunjukkan jalan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa sampai wafat di kayu salib agar manusia yang berdosa memperoleh keselamatan. Saat ini, jika kita berkunjung ke tempat ini, kita akan menemukan 14 perhentian Jalan Salib mulai dari tempat Yesus menerima hukuman mati sampai ke Gereja Makam Kudus. Devosi Jalan Salib Merenungkan cinta Yesus Salah satu cara untuk merenungkan perjalanan sengsara dan wafat Yesus yang kita kenal saat ini adalah dengan mengadakan Devosi Jalan Salib. Devosi yang terdiri atas 14 titik perhentian ini mulai dikenal sejak abad ke-4 pada masa Kaisar Konstantinus. Ini menjadi salah satu tradisi rohani yang terus berkembang dan terpelihara hingga saat ini. Pada masa itu ada banyak peziarah datang ke Yerusalem untuk secara khusus berdoa dan merenungkan sengsara Yesus di jalan yang saat ini kita kenal dengan sebutan Via Dolorosa. Bahkan ada tradisi yang menyebutkan bahwa setelah Yesus wafat di salib, Bunda Maria juga mengunjungi jalan yang dilalui oleh Puteranya itu setiap hari. Ia akan memulai perjalanannya dari tempat Yesus menerima hukuman mati sampai ke Kalvari. Via Crucis tampil menawan saat ini. Romo Titus Jatra Kelana Pr Devosi Jalan Salib Tradisi Devosi Jalan Salib dan ziarah ke tempat-tempat suci kristiani semakin berkembang sejak sejumlah tempat suci di Yerusalem itu dipercayakan untuk dikelola oleh Ordo Fransiskan mulai tahun 1342. Sejak itu, Devosi Jalan Salib pun semakin berkembang sehingga kita bisa mengenal beberapa versi Jalan Salib, seperti yang diperkenalkan oleh Alvarest yang Terberkati 1420;Eustochia dan Emmerich 1465;Hingga yang paling kita kenal saat ini, yaitu St. Leonardus dari Porto Mauritio 1676-1751. Dalam sejarah Gereja, tercatat ada beberapa Paus yang memiliki perhatian khusus terhadap Devosi Jalan Salib. Mereka adalah Paus Innocentius XI 1686.Paus Innocentius XII 1694Paus Benediktus XIII 1726Paus Klemens XII 1731.Paus Benediktus XIV 1742. Mereka menganjurkan agar devosi ini dijalankan dengan setia karena menjadi cara yang paling mudah bagi kita untuk menghayati kisah sengsara dan pengurbanan Yesus sampai wafat-Nya di kayu salib. Via Crucis Sukamoro, tempat ziarah baru Salah satu alternatif tempat yang dapat dicatat dalam agenda perjalanan ziarah rohani adalah Via Crucis Sukamoro di Desa Sukamoro, Kec. Talang Kelapa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan. Tempat ziarah ini berada dekat Gua Maria Mater Misericordiae Bunda Belas Kasih. Kedua tempat ziarah ini berada di kompleks Panti Werdha Rumah Lansia Sumarah yang dikelola oleh Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo YSPB dalam naungan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi PSE Keuskupan Agung Palembang. Lokasi ziarah ini berada sekitar 20 km dari pusat Kota Palembang, Ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Via Crucis berasal dari bahasa Latin yang berarti Jalan Salib. Untuk mencapai tempat ziarah yang secara teritorial gerejawi berada di wilayah pelayanan Paroki St. Stefanus Palembang ini para peziarah bisa dengan mudah mencapai lokasi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses menuju lokasi Akses jalan yang dilalui relatif bagus. Dari Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi ada sejumlah pilihan rute yang dapat ditempuh untuk sampai lokasi ziarah ini. Para peziarah dari arah Lampung, Belitang, Kayu Agung, Baturaja, Prabumulih dan sekitarnya setelah exit tol Palembang atau Kramasan dapat melewati rute Musi II kemudian melewati Jalur Gandus. Sedangkan para peziarah dari arah Jambi, Betung, Pangkalan Balai dan sekitarnya dapat melalui Jalur Semuntul, ada rambu penunjuk arah yang menjadi penanda bagi para pelintas. Para peziarah yang datang melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II dalam kondisi normal’ hanya membutukan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Ketika memasuki gerbang kompleks ziarah ini, suasana sunyi dan tenang begitu terasa. Pelataran parkir yang luas dengan pepohonan rindang berdaun hijau yang tinggi menjulang menghasilkan udara yang segar dan suasana alam yang sejuk. Proses pembangunan Via Crucis dan bentuk akhirnya. Romo Titus Jatra Kelana Pr Dua rute Ada dua pilihan rute, langsung menuju Gua Maria Mater Misericordiae atau menuju Via Crucis. Kita menuju Via Crucis. Setelah berjalan tak jauh pelataran parkir, kita akan berjumpa dengan sosok Yesus yang sedang berdoa. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa yang terjadi setelah Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya, yaitu berdoa di Taman Getsemani. Dari tempat itu peziarah akan memasuki gerbang batu yang tampak berdiri kokoh dengan puluhan anak tangga bernuansa bangunan Romawi. Ada dua malaikat yang berdiri di bagian atas kiri dan kanan gerbang utama mengapit tulisan Via Crucis Sukamoro berwarna merah. Setelah memasuki gerbang utama peziarah akan memulai menapaki perhentian demi perhentian Jalan Salib yang telah didesain dan dikerjakan dengan baik oleh Gregorius Sutanto bersama tim Blendang-blendung Art Studio dari Yogyakarta. Romo Ignasius Sukari dari Komisi PSE Keuskupan Agung Palembang menuturkan bahwa tempat ziarah yang mulai dibangun sejak April 2021 ini merupakan pengembangan lanjutan dari Gua Maria Mater Misericordiae yang telah dibangun lebih dulu. Tampilan lokasi Pemberhentian Jalan Salin. Romo Titus Jatra Kelana Pr Latar belakang sejarah Gagasan pengembangan tempat ziarah Via Crucis ini lahir dari sejumlah pribadi. Di antaranya Alexander Kurniawan, Subandi dan Zein Rusli yang dikoordinir oleh Romo Bonifasius Djuana selaku Ketua Komisi PSE Keuskupan Agung Palembang. Lantai berbalut keramik hitam menjadi koridor utama dalam manapaki setiap perhentian. Jalan ini telah didesain sedemikian rupa sehingga tetap ramah bagi siapa saja, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Dinding batu pada setiap perhentian yang didesain menyerupai bangunan bergaya Romawi, membantu para peziarah untuk masuk dalam suasana permenungan saat Yesus mengalami peristiwa salib-Nya. Dalam keheningan para peziarah dapat menghadirkan kembali kisah Yesus menapaki Via Crucis. Di setiap bangunan perhentian juga ada penanda bahwa tempat ziarah ini dibangun melalui karya Tuhan yang hadir lewat dukungan dari banyak penderma. Setelah melalui proses perencanaan dan pengerjaan yang melibatkan banyak pihak, akhirnya tempat ziarah Via Crucis Sukamoro ini selesai. Diberkati dalam rangkaian Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Palembang yang juga merayakan syukur atas ulang tahun kelahiran ke-76. Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang juga akan hadir dalam perayaan syukur ini. Tampilan depan Via Crucis saat ini dan saat masih dilakukan pembangunan. Romo Titus Jatra Kelana Pr Silakan datang Jangan lewatkan kesempatan, jangan ragu dan bimbang untuk membuat agenda ke Via Crucis Sukamoro ini. Selain berdoa dan berziarah di Via Crucis para peziarah juga dapat berdoa dan berziarah ke Gua Maria Mater Misericordiae. Dan setelahnya dapat juga berbagi kasih dengan para lansia di Panti Werdha Sumarah dan saudara-saudara yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba di Lembaga NAPZA Griya Anak Sayang GAS Nazareth. Untuk peziarah yang datang dari luar kota dan butuh penginapan, tak usah cemas dan khawatir. Wismalat Podomoro yang juga bagian karya PSE Keuskupan Agung Palembang memiliki puluhan kamar dengan sumber air tanah yang segar, kompleks yang hijau dan sejuk dengan beragam pepohonan rindang serta suasana pedesaan yang tenang bisa menjadi salah satu pilihan tempat yang tepat untuk menginap. Ayo, jangan lewatkan kesempatan berziarah dan berdoa sambil berbagi kasih di pinggiran Kota Palembang. Pemberkatan hari Minggu tanggal 12 Desember 2021 dan syukur atas ulang tahun kelahiran Mgr. Aloysius Sudarso SCJ akan disiarkan langsung Minggu, 12 Desember 2021 pukul WIB. Silahkan ikuti dari kanal YouTube Komsos KaPal atau klik link di bawah ini
kisah bunda maria setelah yesus wafat