klasifikasi hotel berdasarkan bentuk bangunan

TUGASTIPOLOGI BANGUNAN "KLASIFIKASI HOTEL BERDASARKAN BINTANG" Fisik, meliputi lokasi, kondisi, dsb - Bentuk pelayanan (service) - Kualifikasi tenaga kerja, pendidikan, kesejahteraan - Fasilitas olah raga dan fasilitas lainnya - Jumlah kamar yang tersedia: 10 - 14 kamar untuk bintang 1 15 - 29 kamar untuk bintang 2 30 - 49 kamar untuk IndependentHotels / Hotel yang Berdiri Sendiri; Hotel Berdasarkan Wujud Fisik; hotel berdasarkan bentuk bangunan; Hotel berdasarkan Faktor Lamanya Tamu Menginap; Hotel Berdasarkan Maksud Kunjungan; Hotel Berdasarkan Area; Hotel Berdasarkan Lokasi; Hotel Berdasarkan Ukuran; Hotel Berdasarkan Plan; Hotel Berdasarkan Kelas; Tipe-tipe Hotel; Sejarah Perhotelan Biasanyabangunan Mountain hotel tidak terlalu tinggi, disesuaikan dengan kondisi alam di sekitarnya, terkecuali bila memungkinkan untuk kontruksi bangunan tinggi. C.Lake hotel adalah hotel rekreasi yang berlokasi di tepi danau. Bagi anda yang suka dengan indahnya pemandang danau maka hotel cocok sebagai sarana rekreasi anda dan keluarga. D.Ravine hotel adalah hotel yang berlokasi di tepi jurang yang terjal, umumnya di dataran tinggi, dengan tebing curam di bawahnya. Hotel Ravine menyediakan 6 Hotel menengah; 7. Hotel kecil; Klasifikasi hotel. Berdasarkan kelasnya, hotel adalah dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan diantaranya: Di bawah ini adalah kriteria penilaian hotel tersebut yaitu: 1. Hotel bintang 1; 2. Hotel bintang 2; 3. Hotel bintang 3; 4. Hotel bintang 4; 5. Hotel bintang 5; Kesimpulan C Klasifikasi Hotel Berdasarkan Ukuran 1. Small hotel / Hotel Kecil Small hotel adalah hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar 2. Medium hotel / Hotel Sedang Medium hotel adalah hotel dengan ukuran sedang, dimana dalam medium ini dapat di kategorikan menjadi 2 bagian yaitu : 2.1. Welcher Reiche Mann Sucht Eine Frau. Sebetulnya, apa yang membuat sebuah akomodasi bisa diklasifikasikan sebagai hotel? Tahukah kamu sistem penentuan rating bintang hotel? Cek informasinya di dan Klasifikasi Hotel - Salah satu pilihan akomodasi yang banyak dipilih masyarakat Indonesia adalah hotel. Selain karena lokasinya yang berada di banyak tempat, hotel juga dikenal memiliki fasilitas yang 5 klasifikasi hotel paling umum yang perlu Kamu tahu. Klasifikasi tersebut dibagi berdasarkan jumlah bintang, lokasi, maksud kunjungan, tamu yang menginap, dan lama waktu tamu menginap. Bagaimana klasifikasi tersebut? simak ulasan berikut itu Hotel?Sebelum membahas klasifikasi, Kamu perlu tahu apa yang dimaksud dengan adalah bangunan yang disewa atau dimiliki oleh seseorang maupun lembaga yang ingin menggunakan seluruh atau sebagian akomodasi, hiburan, pelayanan makanan dan minuman, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, hotel adalah bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang berada dalam juga merupakan bentuk akomodasi yang dikelola secara komersil, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan HotelKlasifikasi hotel merupakan sistem untuk mengelompokkan hotel ke dalam beberapa tingkatan. Pengelompokkan dilakukan berdasarkan ukuran dari penilaian tertentu, yang meliputi jumlah kamar, fasilitas yang disediakan, peralatan yang ada, dan mutu SK Kep-22/U/VI/78, hotel di Indonesia digolongkan ke dalam lima kelas. yaknihotel bintang 1, hotel bintang 2, hotel bintang 3, hotel bintang 4, dan hotel bintang itu, hotel yang tidak dapat memenuhi standar kelas atau berada di bawah standar minimum akan masuk dalam kategori hotel non Hotel Berdasarkan BintangBerikut adalah klasifikasi hotel berdasarkan jumlah Hotel Bintang 1Merupakan hotel yang biasanya dikelola secara langsung oleh pemiliknya. Hotel bintang 1 memiliki jumlah kamar minimal 15 kamar dengan luas per kamar minimal 20 m². Hotel jenis ini biasanya terletak di dekat keramaian dengan harga yang sangat Hotel Bintang 2Merupakan hotel dengan fasilitas yang lebih terawat dan rapi. Hotel ini memiliki minimal 20 kamar standar dengan luas minimal 22 m² dan 1 kamar tipe suite dengan luas kamar minimal 44 dari itu, hotel ini juga memiliki restaurant dan bar, tempat olahraga, dan biasanya terletak di lokasi yang mudah diakses dengan tingkat keamanan yang lebih baik dari hotel bintang Hotel Bintang 3Merupakan hotel yang memiliki pelayanan lebih baik daripada hotel bintang 2. Hotel ini memiliki jumlah kamar standar minimal 30 dengan luas minimal 24 m² dan 2 kamar suite dengan luas minimal 48 bintang 3 biasanya sudah dilengkapi dengan tempat rekreasi dan olahraga, restaurant, lobi dengan dekorasi yang lebih terawat, dan staf yang lebih Hotel Bintang 4Four Points by Sheraton Bali, KutaMerupakan hotel yang memiliki jumlah kamar standar minimal 50 dengan luas minimal 24 m² dan 3 kamar suite dengan luas minimal 48 m². Hotel ini sudah dilengkapi dengan rest area, tempat rekreasi dan olahraga, tempat belanja dan kolam fasilitas yang lebih lengkap dan luas, hotel bintang 4 juga memiliki staf yang lebih profesional daripada hotel dengan bintang di Hotel Bintang 5Merupakan kelas hotel termewah yang memiliki jumlah minimal kamar standar 100 dengan luas minimal 26 m² dan 5 kamar suite dengan luas minimal 52 m². Hotel ini memiliki restoran, bar, kolam renang, tempat rekreasi, dan staf yang hanya itu, hotel bintang 5 juga memiliki room service selama 24 jam dan menyediakan welcome drink bagi para tamu yang Hotel Berdasarkan LokasiSelain berdasarkan jumlah bintang, hotel juga diklasifikasikan berdasarkan City HotelCity hotel adalah jenis hotel yang berada di kawasan pusat perkotaan dan secara umum ditemukan di kota-kota besar. Hotel ini biasanya ditujukan bagi wisatawan yang tertarik dengan destinasi wisata kota maupun para pelaku Motor HotelMotor hotel atau biasa disebut motel merupakan jenis hotel yang berlokasi di sepanjang jalan raya penghubung antar kota atau daerah. Hotel jenis ini biasanya diperuntukan sebagai tempat istirahat sejenak bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan Resort HotelThe Apurva Kempinski BaliMerupakan hotel yang berada di dekat tujuan wisata dan biasanya disewakan bagi para traveller. Resort Hotel ini memiliki sub kategori yaituBeach Hotel, merupakan hotel yang ada di pinggir atau Hill Hotel, merupakan hotel yang ada di sekitar Hotel, merupakan hotel yang ada di sekitar atau di dalam kawasan wisata/wahana Hotel, merupakan hotel yang memiliki pemandangan indah berlokasi di dataran Hotel, merupakan hotel yang ada di pinggir Hotel, merupakan hotel di area perhutanan dengan konsep tenang dan kembali ke Hotel, merupakan hotel yang ada di pinggir jurang/ Hotel, merupakan hotel di pinggir Transport HotelMerupakan hotel yang dibangun di dekat bangunan yang menyediakan fasilitas transportasi. Hotel ini memiliki sub kategori, yaituAirport Hotel, merupakan hotel dekat atau di dalam bandara Station Hotel, merupakan hotel dekat stasiun kereta Hotel, merupakan hotel di area Hotel, merupakan hotel dengan jarak dekat di terminal Hotel Berdasarkan Maksud Kunjungan TamuHotel juga dapat diklasifikasikan berdasarkan maksud kunjungan tamunya. Berikut adalah Resort atau Tourism HotelResort atau Tourism Hotel merupakan hotel yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hotel ini biasanya terletak cukup dekat dengan lokasi tempat wisata dengan sejumlah fasilitas Business HotelMesra Business & Resort HotelBusiness Hotel merupakan hotel yang sebagian besar tamunya tengah melakukan kegiatan atau perjalanan bisnis. Hotel ini biasa terletak di pusat kota maupun pusat Casino HotelCasino Hotel secara khusus ditujukan bagi para tamu yang akan melakukan casino. Tidak hanya dekat dengan lokasi casino, hotel ini biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas casino di Cure HotelCure Hotel merupakan hotel yang sebagian tamunya sedang dalam proses perawatan atau pengobatan. Hotel ini biasanya berlokasi di dekat rumah sakit Pilgrim HotelPilgrim Hotel adalah hotel yang memiliki tamu dengan tujuan ibadah maupun ziarah. Hotel ini biasanya berlokasi di dekat tempat ibadah atau makam orang-orang Hotel Berdasarkan Tamu yang MenginapSelain klasifikasi di atas, hotel juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tamu yang menginap. Berikut adalah uraiannya1. Individual HotelMerupakan hotel yang disewakan untuk tamu yang datang secara Family HotelMerupakan hotel yang disewakan untuk tamu yang datang bersama rombongan Group HotelMerupakan hotel yang disewakan untuk tamu dalam jumlah yang banyak atau Traveller HotelMerupakan hotel yang disewakan untuk tamu yang sedang melakukan perjalanan jauh dan ingin menyewa tempat Businessman HotelMerupakan hotel yang disewakan untuk orang yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke suatu Official HotelMerupakan hotel yang disewakan untuk tamu VIP, seperti presiden dan perdana Incentive HotelMerupakan hotel yang disediakan untuk para staf atau anggota dari suatu Walk in HotelMerupakan hotel yang disewakan dengan proses check in yang sangat mudah, yakni hanya perlu datang dan menanyakan ketersediaan Hotel Berdasarkan Lama Tamu TinggalJenis klasifikasi yang terakhir adalah berdasarkan lama tamu tinggal. Klasifikasi ini dibagi menjadi dua jenis, yakni residential dan Residential HotelResidential Hotel adalah hotel yang disewakan untuk tamu yang ingin menginap dalam waktu 1 bulan ataupun lebih dan biasanya dihuni oleh satu Transient HotelTransient Hotel adalah hotel yang disewakan untuk tamu yang ingin menginap hanya untuk beberapa jam atau itulah ulasan mengenai pengertian hotel dan klasifikasinya. Semoga dengan informasi tersebut, Kamu tidak kebingungan lagi untuk memilih dan menyewa hotel ketika akan berlibur di suatu pilihan hotelmu, gunakan aplikasi Traveloka untuk memenuhi semua kebutuhan akomodasi liburanmu. Kamu bisa booking hotel dengan berbagai promo menarik dan nikmati penawaran harga terbaik hanya di Traveloka! Pengertian Bisnis Perhotelan Berdasarkan Para Ahli Menurut kamus Oxford, The advance learner’s Dictionary adalah “Building where meals and rooms are provided for travelers.” Yang sanggup diartikan sebagai bangunan fisik yang menyediakan layanan kamar, masakan dan minuman bagi SK Menparpostel 37/ perihal peraturan perjuangan dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel ialah suatu jenis fasilitas yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, masakan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara the American Hotel and Motel Association AHMA sebagaimana dikutif oleh Steadmon dan Kasavana A hotel may be defined as an establishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services food and beverage service, room attendant service, uniformed service, Laundering of linens and use of furniture and fixtures. Yang sanggup diartikan sebagai berikut Hotel sanggup didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memperlihatkan fasilitas penginapan untuk umum dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanaan barang bawaan, pembersihan pakaian dan sanggup memakai fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hiasan yang ada didalamnya. Dari pengertian di atas sanggup disimpulkan bahwa hotel adalah Menggunakan bangunan jasa penginapan, masakan dan minuman serta jasa lainnyaDiperuntukkan bagi umumDikelola secara komersialBaca Juga Laundry adalah Beserta Chemical Yang di Gunakan laundry di HotelKarakteristik Bisnis Perhotelan Produk bisnis perhotelan mempunyai empat karakteristik khusus, yaitu produk nyatatangible, tidak nyata intangible, bersifat “perishable” dan “non perishable”. Produk yang bersifat nyata antara lain kamar, makanan, minuman, kolam renang dan yang bersifat tidak nyata, antara lain” keramah tamahan, kenyamanan, keindahan, keamanan dan bersifat perishable artinya bahwa produk tersebut hanya bisa dijual saat ini adalah produk tidak tahan lama yang dapat disimpan di gudang. Contohnya kamar hotel, bahan makanan segar yang tidak dapat disimpan seperti yang bersifat non perishable misalnya minuman keras, soft drink, perlengkapan tamu guest supply and amenities. Bisnis hotel mempunyai tujuan yaitu mendapatkan pendapatan seoptimal mungkin melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan tamu guest need & wants. Kepuasan tamu menjadi sasaran pelayanan untuk membentuk citra hotel yang baik dan sekaligus menjamin keberadaan hotel dalam jangka panjang. Hotel dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tipe/kategori. Pada tabel dapat dilihat berbagai tipe/kategori hotel tersebut. Tabel Tipe Hotel Berdasarkan Berbagai Klasifikasi No. Dasar klasifikasi Penjelasan 1. Berdasarkan Kelas Hotel MelatiHotel bintang satu *Hotel bintang dua **Hotel bintang tiga ***Hotel bintang empat ****Hotel bintang lima ***** 2. Berdasarkan Plan Full American PlanModified American PlanContinental PlanEuropean Plan 3. Berdasarkan Ukuran Hotel Kecil / Small hotelHotel Sedang/ Medium hotelHotel Besar/ Large hotel 4. Berdasarkan Lokasi City HotelResort Hotel 5. Berdasarkan Area Downtown HotelSuburb HotelCountry HotelAirport HotelMotelInn 6. Berdasarkan maksud kunjungan tamu Business HotelTourism HotelSport HotelPilgrim hotelCure HotelCasino Hotel 7. Lamanya tamu menginap Transit HotelSemi residential hotelResidential hotel 8. Kriteria Jenis Tamu Family Hotel 9. Aspek bentuk bangunan Pondok WisataCottageMontel 10. Wujud Fisik Produk Nyata TangibelProduk Tidak nyata Intangible A. Hotel Berdasarkan Kelas 1. Faktor tingkatan atau bintang Tingkatan atau kelas hotel dibedakan atas tanda bintang *. Semakin banyak jumlah bintang, maka persyaratan fasilitas,dan pelayanan yang dituntut semakin banyak dan baik. Kriteria klasifikasi hotel berdasarkan bintang adalah sebagai berikut Tabel Klasifikasi Hotel Berdasarkan bintang Klasifikasi hotel Bintang Persyaratan Jumlah kamar standar, minimum 15 kamarKamar mandi di dalamLuas kamar standar, minimum 20 m2 Jumlah kamar standar, minimum 20 kamarKamar suite minimum 1 kamarKamar mandi di dalamLuas kamar standar, minimum 22 m2Luas kamar suite, minimum 44 m2 Jumlah kamar standar, minimum 30 kamarKamar suite minimum 2 kamarKamar mandi di dalamLuas kamar standar, minimum 24 m2Luas kamar suite, minimum 48 m2 Jumlah kamar standar, minimum 50 kamarKamar suite minimum 3 kamarKamar mandi di dalam Jumlah kamar standar, minimum100 kamarKamar suite minimum 4 kamarKamar mandi di dalamLuas kamar standar, minimum 26 m2 Luas kamar suite, minimum 52 m2 Gambar Beberapa Contoh Hotel Berbintang Di Jakarta Hotel Ibis Slipi – Jakarta Hotel Mercure Rekso – Jakarta Hotel Shangri-la – Jakarta Di bawah ini diberi contoh berbagai bentuk penghargaan baik tingkat Asia maupun Internasional yang diterima oleh Hotel Mulia Senayan Jakarta antara lain B. Hotel Berdasarkan Plan Beberapa macam hotel Plan Usage, antara lain 1. American Plan Sistem perencanaan harga kamar dimana harga yang dibayarkan sudah termasuk harga kamar itu sendiri ditambah dengan harga makan meals. American Plan dibagi menjadi dua bagian, yaitu a. Full American Plan FAP Harga kamar sudah termasuk tiga kali makan pagi, siang dan malam b. Modified American Plan MAP Harga kamar sudah termasuk dengan dua kali makan, dimana salah satu diantaranya harus makan pagi breakfast, seperti – Kamar + makan pagi + makan siang – Kamar + makan pagi + makan malam 2. Continental Plan/ Bermuda Plan Adalah perencanaan harga kamar dimana harga kamar tersebut sudah termasuk dengan kontinental breakfast. 3. European Plan Tamu yang menginap hanya membayar untuk kamar saja. Keistimewaanya a. Praktis, banyak digunakan oleh hotel-hotel b. Memudahkan system billing Pembayaraan saat check out C. Hotel Berdasarkan Ukuran Klasifikasi hotel berdasarkan ukurannya dapat ditentukan berdasarkan jumlah kamar yang ada. Ukuran hotel diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu 1. Small Hotel Small hotel adalah hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar 2. Medium Hotel Adalah hotel dengan ukuran sedang, dimana dalam medium hotel ini dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu a. Average Hotel jumlah kamar antara 150 sd. 299 kamar. b. Above Average Hotel jumlah kamar antara 300 sd. 600 kamar. 3. Large Hotel Large hotel adalah hotel dengan klasifikasi sebagai hotel besar dengan jumlah kamar diatas 600 enam ratus kamar. D. Berdasarkan Lokasi Klasifikasi hotel berdasarkan factor lokasi dapat dibagi menjadi 1. City Hotel Hotel yang terletak di dalam kota, dimana sebagaian besar tamunya yang menginap adalah memiliki kegiatan berbisnis. Gambar adalah salah satu contoh kamar Business Hotel, dengan writing Table berbentuk L yang dapat dipergunakan sebagai sarana kerja yang cukup nyaman. Gambar Contoh Kamar Hotel 2. Resort Hotel Adalah hotel yang terletak di kawasan wisata, dimana sebagian besar tamunya tidak melakukan kegiatan bisnis, tetapi lebih banyak rekreasi. Macam-macam resort berdasarkan lokasi a. Mountain Hotel hotel yang berada di pegunungan b. Beach Hotel hotel yang berada di daerah pantai c. Lake Hotel hotel yang berada dipinggir danau d. Hill Hotel hotel yang berada di puncak bukit e. Forest Hotel hotel yang berada di kawasan hutan lindung E. Hotel Berdasarkan Area Suburb Hotel Hotel yang berlokasi di pinggiran kota, yang merupakan kota satelit yaitu pertemuan antara dua kota madya. Airport Hotel Adalah hotel yang berada dalam satu kompleks bangunan atau area pelabuhan udara atau sekitar Bandar udara. Urban Hotel Adalah hotel yang berlokasi di pedesaan dan jauh dari kota besar atau hotel yang terletak di daerah perkotaan yang baru, yang tadinya masih berupa desa. F. Berdasarkan Maksud Kunjunga Klasifikasi hotel berdasarkan maksud kunjungan selama menginap,adalah sebagai berikut Business Hotel Hotel yang tamunya sebagain besar berbisnis, disini biasanya menyediakan ruang-ruang meeting dan convensi. Resort/Tourism Hotel Hotel yang kebanyakan tamunya adalah para wisatawan, baik domestik maupun manca negara. Casino Hotel Adalah hotel yang sebagain tempatnya berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan berjudi. Pilgrim Hotel Hotel yang sebagain tempatnya berfungsi sebagai fasilitas beribadah. Seperti hotel-hotel di arab pada saat musim haji dan Lourdes di perancis. Cure Hotel Adalah hotel yang tamu-tamunya adalah tamu yang sedang dalam proses pengobatan atau penyembuhan dari suatu penyakit. G. Klasifikasi Hotel Berdasarkan Faktor Lamanya Tamu Menginap Transit Hotel Tamu yang menginap dihotel ini biasanya dalam waktu yang singkat, rata-rata satu malam Semi residential Hotel Tamu yang menginap di hotel ini biasanya lebih dari satu malam, tetapi jangka waktu menginap tetap singkat, berkisar antara 1 minggu sd. 1 bulan. Residential Hotel Tamu yang menginap dihotel ini cukup lama, paling sedikit satu bulan. H. Klasifikasi Hotel berdasarkan Kriteria Jenis Tamu Jenis-jenis tamu yang menginap disini artinya bahwa darimana asal usulnya mereka menginap dan latar belakangnya Familiy Hotel Adalah tamu yang menginap bersama keluarganya. I. Jenis Akmodasi berdasarkan Aspek Bentuk Bangunan Akan terlihat jelas, dengan melihat bentuk bangunan saja orang akan dapat menebak jenis akomodasi apa dari bentuk bangunan lebih jelasnya jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa macam. Pondok Wisata Merupakan suatu usaha perseorangan dengan mempergunakan sebagian dari rumah tinggalnya untuk inapan bagi setiap orang dengan perhitungan pembayaran harian. Cottage Adalah suatu bentuk bangunan yang dipergunakan untuk usaha pelayanan akomodasi dengan fasilitas-fasilitas tambahan lainnya. Fasilitas tambahan yang dimaksud bisa berupa peminjaman sepeda secara gratis, atau fasilitas dayung apabila cottage terletak di tepi danau. Motel Motor Hotel Adalah suatu bentuk bangunan yang digunakan untuk usaha perhotelan dengan sarana tambahan adanya garasi disetiap kamarnya. Biasanya motel ini bertingkat dua, bagian atas sebagai kamar, dan dibagian bawah berupa garasi mobil. J. Klasifikasi berdasarkan Wujud Fisik 1. Produk nyata tangible a. Lokasi Lokasi yang yang dibutuhkan oleh wisatawan adalah lokasi yang strategis dan memiliki nilai-nilai ekonomis yang tinggi , seperti lokasi yang dekat dengan bandar udara, stasiun kereta api, pelabuhan, pusat bisnis, atraksi wisata sehingga memberikan kemudahan tamu untuk mengakses aktivitas lain diluar hotel. Gambar Peta Lokasi Hotel b. Fasilitas Fasilitas adalah penyediaan perlengkapan phisik yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan tamu serta dapat mempermudah tamu melaksanakan aktivitas selama tinggal di hotel. Fasilitas itu dapat berupaKamar dengan perlengkapannya seperti air conditioning, Colour TV with in house movie and international chanel, Safe Deposit Box, Hot and Cold water, Minibar, International Direct Dialing telephone, Private bathroom with bathtub and shower, Tea & Coffee making facility, Hair dryer. Gambar Perlengkapan dan Fasilitas Kamar Kamar untuk orang cacat/disable roomKamar bebas asap rokok dengan kelengkapannyaRestoran dan bar dengan berbagai jenis produk makanan dan minuman Pelayanan makan dan minuman di dalam kamarPusat bisnis dan sekretarisPusat kebugaranKolam renangBallroom/aulaSafe Deposit Box/brankasLaundry dan dry cleaning/binatuFasilitas hiburan , seperti musik, karaokeFasilitas taman bermain untuk anak-anak/Children play groundBaby sitting/layanan pengasuhan anakHotel transportation/kendaraan antar jemput Valet parking service/pelayanan memarkirkan kendaraanArea parkir yang luasForeign exchange facilities/fasilitas penukaran mata uang asingBeauty salon/ salonDrug store/toko yang menjual kebutuan sehari-hariHouse clinic/klinik kesehatan 2. Produk tidak nyata Intangible Produk tidak nyata adalah segala sesuatu yang berkaitan pelayanan dan pembentukan citra suatu produk dan hotel. Di dalam bisnis perhotelan intangible diberikan bersamaan dengan penjualan produk bersahabat, sopan santun, keramahtamahan dan rasa hormat dari seluruh karyawan merupakan salah satu contoh produk intangible yang sederhana tetapi sangat berdampak pada pembentukan citra hotel. Agar fasilitas yang disediakan oleh hotel dapat berfungsi, mak adisertai dengan pelayanan, adapun pelayanan tersebut dapat berupacorak/gaya pelayanan yang diberikan oleh para karyawan, pelayanan dapat juga berupa waktu buka restoran, pelayanan kebersihan kamar,pelayanan dan penyajian makanan dan minuman di restoran. Pada era ini persaingan bisnis perhotelan yang paling ketat adalah kemampuan hotel untuk memberikan pelayanan yang hal yang menyebabkan pelayanan dikatakan berkualitas, menurut Murdick dkk.19904 yaitu “Suatu aktivitas ekonomi yang memproduksi / menghasilkan waktu, tempat, bentuk dan kebutuhan atau keperluan psikologis. Gambar Pelayanan Baca Juga Laundry adalah - Jenis - Jenis Laundry , Chemical, Peralatan Manual dan MakinalDemikian Penjelasan Tentang Karakteristik Perhotelan dan Tipe-tipe Hotel Pembahasan Secara Lengkap. Semoga Bermanfaat dan Jangan Lupa Selalu Kunjungi Untuk Mendapatkan Materi LainnyaPenelusuran yang terkait dengan Karakteristik Bisnis Perhotelansebutkan beberapa tipe hotel yang anda kenal dan apa dasar penetapan tipe hotel tersebutcontoh produk hotel yang bersifat intangiblekarakteristik hoteltuliskan beberapa tipe hotel yang anda kenal dan dasar penetapan tipe hotel tersebutkarakteristik harga hotelkarakteristik mountain hotelkarakteristik produk yang dihasilkan oleh hoteljelaskan karakteristik harga hotel 54 Klasifikasi Hotel Berdasarkan Faktor Lamanya Tamu Menginap a. Transit hotel Tamu yang menginap di hotel ini biasanya dalam waktu yang singkat, rata-rata satu malam. b. Semi residential hotel Tamu yang menginap di hotel ini biasanya lebih dari satu malam, tetapi jangka waktu menginap tetap singkat, berkisar antara 1 minggu sd. 1 bulan. c. Residential hotel Tamu yang menginap di hotel ini cukup lama, paling sedikit satu bulan. Klasifikasi Hotel Berdasarkan Kriteria Jenis Tamu Jenis-jenis tamu yang menginap di sini artinya bahwa dari mana asal usulnya mereka menginap dan latar belakangnya a. Familiy Hotel Adalah tamu yang menginap bersama keluarganya Jenis Akmodasi Berdasarkan Aspek Bentuk Bangunan Akan terlihat jelas, dengan melihat bentuk bangunan saja orang akan dapat menebak jenis akomodasi apa dari bentuk bangunan tersebut. Untuk lebih jelasnya jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa macam. a. Pondok Wisata Merupakan suatu usaha perseorangan dengan mempergunakan seba- gian dari rumah tinggalnya untuk inapan bagi setiap orang dengan perhitungan pembayaran harian. b. Cottage Adalah suatu bentuk bangunan yang dipergunakan untuk usaha pelayanan akomodasi dengan fasilitas-fasilitas tambahan lainnya. Fasilitas tambahan yang dimaksud bisa berupa peminjaman sepeda secara gratis, atau fasilitas dayung apabila cottage terletak di tepi danau. c. Motel Motor Hotel Adalah suatu bentuk bangunan yang digunakan untuk usaha perhotelan dengan sarana tambahan adanya garasi disetiap kamarnya. Biasanya motel ini bertingkat dua, bagian atas sebagai kamar, dan di bagian bawah berupa garasi mobil. 55 Klasifikasi Berdasarkan Wujud Fisik a. Produk nyata tangible Gambar Peta Lokasi Hotel 1. Lokasi Lokasi yang yang dibutuhkan oleh wisatawan adalah lokasi yang strategis dan memiliki nilai-nilai ekonomis yang tinggi, seperti lokasi yang dekat dengan bandar udara, stasiun kereta api, pelabuhan, pusat bisnis, atraksi wisata sehingga memberikan kemudahan tamu untuk mengakses aktivitas lain di luar hotel. 56 2. Fasilitas Fasilitas adalah penyediaan perlengkapan phisik yang dapat meme- nuhi kebutuhan dan keinginan tamu serta dapat mempermudah tamu melaksanakan aktivitas selama tinggal di hotel. Fasilitas itu dapat berupa • Kamar dengan perlengkapannya seperti air conditioning, colour TV with in house movie and international chanel, safe deposit box, hot and cold water, minibar, international direct dialing tele- phone, private bathroom with bathtub and shower, tea coffee making facility, hair dryer. Gambar Perlengkapan dan Fasilitas Kamar ROOM FACILITIES • Individual Controlled AC-System • IDD Telephone line • TV with cable program • Internet Access • Minibar • Cold Hot Water Available on selected rooms • Personal safety box • Coffee and tea making facilities • Hair Dryer 57 • Kamar untuk orang cacatdisable room • Kamar bebas asap rokok dengan kelengkapannya • Restoran dan bar dengan berbagai jenis produk makanan dan minuman • Pelayanan makan dan minuman di dalam kamar • Pusat bisnis dan sekretaris • Pusat kebugaran • Kolam renang • Ballroomaula • Safe deposit boxbrankas • Laundry dan dry cleaningbinatu • Fasilitas hiburan, seperti musik, karaoke • Fasilitas taman bermain untuk anak-anakchildren play ground • Baby sittinglayanan pengasuhan anak • Hotel transportationkendaraan antar jemput • Valet parking servicepelayanan memarkirkan kendaraan • Area parkir yang luas • Foreign exchange facilitiesfasilitas penukaran mata uang asing • Beauty salonsalon • Drug storetoko yang menjual kebutuan sehari-hari • House clinicklinik kesehatan b. Produk tidak nyata intangible Produk tidak nyata adalah segala sesuatu yang berkaitan pelayanan dan pembentukan citra suatu produk dan hotel. Di dalam bisnis perhotelan intangible diberikan bersamaan dengan penjualan produk tangible. Rasa bersahabat, sopan santun, keramahtamahan dan rasa hormat dari seluruh karyawan merupakan salah satu contoh produk intangible yang sederhana tetapi sangat berdampak pada pembentukan citra hotel. Agar fasilitas yang disediakan oleh hotel dapat berfungsi, maka disertai dengan pelayanan, adapun pelayanan tersebut dapat berupa corakgaya pelayanan yang diberikan oleh para karyawan, pelayanan dapat juga berupa waktu buka restoran, pelayanan kebersihan kamar, pelayanan dan penyajian makanan dan minuman di restoran. Pada era ini persaingan bisnis perhotelan yang paling ketat adalah kemampuan hotel untuk memberikan pelayanan yang terbaik. 58 Beberapa hal yang menyebabkan pelayanan dikatakan berkualitas, menurut Murdick dkk. 19904 yaitu ”Suatu aktivitas ekonomi yang memproduksimenghasilkan waktu, tempat, bentuk dan kebutuhan atau keperluan psikologis. Gambar Pelayanan Status Hotel Berdasarkan Kepemilikan KONSEP DAN PERANAN HYGIENE DAN SANITASI HOTEL Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus Pengertian Hotel Hotel merupakan suatu industri atau usaha jasa yang dikelola secara komersial. Artinya dalam menyediakan jasa yang biasa juga dsebut sebagai "product" kepada calon konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Produk jasa yang disediakan hotel umumnya terdiri dari dua bentuk yaitu 1. Produk nyata Tangible Product yang meliputi fasilitas hotel seperti kamar tidur, restoran, bar, swimming poll, coffee shop, binatu/loundry dan lain sebagainya 2. Produk tidak nyata Intangible Product yang meliputi pelayanan jasa seperti layanan makanan dan minuman, layanan kebersihan kamar, layanan kantor depan dan lain sebagainya. Tangible product lebih menekankan kepada penyediaan sarana dan prasarana pendukung fasilitas fisik hotel, sedang Intangible product lebih menekankan pada penyelenggaraan layanan jasa yang dilakukan oleh petugas-petugas atau pegawai hotel kepada tamu. Terkait hal tersebut di atas, Soekadijo 199592 mengemukakan bahwa untuk melaksanakan pemberian jasa yang demikian itu hotel menyediakan fasilitas-fasilitas dan pelayanan-pelayanan yang pokok-pokoknya berupa 1. Tempat untuk beristirahat dan kamar tidur, 2. Tempat dan ruangan untuk makan dan minum; restoran, bar dan coffee shop. 3. Toilet dan kamar mandi 4. pelayanan umum untuk memenuhi segala macam kebutuhan lain dari para tamu Hotel sebagai suatu usaha jasa merupakan sarana pendukung kegiatan pariwisata, dimana pengelolaannya dilakukan secara profesional dan didukung oleh tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi/keterampilan baik dalam bidang perhotelan. Dengan keterlibatan hotel sebagai sarana pendukung pariwisata ini diharapkan dapat membuka dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat. Sejalan dengan uraian tersebut, Spillane 1994135 mengemukakan bahwa Pembinaan produk wisata merupakan usaha terus menerus untuk meningkatkan mutu maupun pelayanan dari berbagai unsur produk wisata itu, misalnya jasa penginapan, jasa angkutan wisata, jasa hiburan, makanan, jasa tur dan sebagainya. Pembinaan tersebut dapat berupa berbagai kombinasi usaha-usaha seperti pendidikan dan latihan, pengaturan/ pengarahan pemerintah, pemberian rangsangan, ataupun terciptanya kondisi iklim persaingan yang sehat yang mendorong peningkatan mutu produk dan layanan. Berdasarkan uraian di atas, maka keberadaan tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi yang baik dalam bidang perhotelan khususnya di hotel akan memberikan atau membawa keuntungan bagi pihak hotel dimana dengan demikian akan dapat memberikan Klasifikasi hotel merupakan pengelompokkan hotel berdasarkan kelas atau tingkatan, yang didasarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel dapat dikelompokkan ke dalam berbagai kriteria menurut kebutuhannya. Kriteria di Indonesia, pada 11 tahun 1970, pemerintah menentukan klasifikasi hotel berdasarkan penilaian – penilaian tertentu sebagai berikut a. Luas bangunan b. Bentuk Bangunan c. Perlengkapan dan Fasilitas d. Kualitas Pelayanan Pada Tahun 1977, sistem klasifikasi yang telah ditentukan diganti menurut Surat Keputusan menteri Perhubungan No. – 77 tentang usaha dan klasifikasi hotel, klasifikasi hotel secara minimum didasarkan oleh e. Jumlah kamar f. Fasilitas g. Peralatan yang tersedia h. Kualitas Pelayanan Hotel dapat diklasifikasikan menurut bintang yang ditentukan oleh Dinas Pariwisata Daerah Diperda sesuai persyaratan fasilitas yang terdapat dalam hotel setiap tiga tahun sekali dalam bentuk sertifikat Kusumo, 2012. Berdasarkan keputusan Dirjen Pariwisata No. 14/U/II/1988, tentang usaha dan pengelolaan hotel menjelaskan bahwa klasifikasi hotel menggunakan sistem bintang. Dari kelas yang terendah diberi bintang satu, sampai kelas tertinggi adalah hotel bintang lima. Sedangkan hotel-hotel yang tidak memenuhi standar kelima kelas tersebut atau yang berada dibawah standar minimum yang ditentukan disebut hotel non bintang. Pernyataan penentuan kelas hotel ini dinyatakan oleh Dirjen Pariwisata dengan sertifikat yang dikeluarkan dan dilakukan tiga tahun sekali dengan tata cara pelaksanaan ditentukan oleh Dirjen Pariwisata. Dasar penilaian yang digunakan antara lain mencakup a. Persyaratan fisik, meliputi lokasi hotel dan kondisi bangunan. b. Jumlah kamar yang tersedia. 12 d. Kualifikasi tenaga kerja, meliputi pendidikan dan kesejahteraan karyawan. e. Fasilitas olahraga dan rekreasi lainnya yang tersedia seperti kolam renang lapangan tenis dan diskotik. Klasifikasi hotel berbintang tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut A. Hotel bintang satu 1. Jumlah kamar standar minimal 15 kamar dan semua kamar dilengkapi kamar mandi didalam 2. Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20 m2 untuk kamar double dan 18 m2 untuk kamar single 3. Ruang publik luas 3m2 x jumlah kamar tidur tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan > 30m2 dan bar. 4. Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga. B. Hotel bintang dua 1. Jumlah kamar standar minimal 20 kamar termasuk minimal 1 suite room, 44 m2. 2. Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20m2 untuk kamar double dan 18 m2 untuk kamar single. 3. Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan >75m2 dan bar. 4. Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berhargam penukaran uang asing, postal service, dan antar jemput. C. Hotel bintang tiga 1. Jumlah kamar minimal 30 kamar termasuk minimal 2 suite room, 48m2. 2. Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 22m2 untuk kamar single dan 26m2 untuk kamar double. 3. Ruang publik luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan >75m2 dan bar. 13 4. Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga, penukaran uang asing, postal service dan antar jemput. D. Hotel bintang empat 1. Jumlah kamar minimal 50 kamar temasuk minimal 3 suite room, 48 m2 2. Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 24 m2 untuk kamar single dan 28 m2 untuk kamar double 3. Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari kamar mandi, ruang makan >100 m2 dan bar >45m2 4. Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga, penukaran uang asing, postal service dan antar jemput. 5. Fasilitas penunjang berupa ruang linen >0,5m2 x jumlah kamar, ruang laundry >40m2, dry cleaning >20m2, dapur >60% dari seluruh luas lantai ruang makan. 6. Fasilitas tambahan pertokoan, kantor biro perjalanan, maskapai perjalanan, drugstore, salon, function room, banquet hall, serta fasilitas olahraaga dan sauna. E. Hotel bintang lima 1. Jumlah kamar minimal 100 kamar termasuk minimal 4 suite room, 58m2 2. Ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 26 m2 untuk kamar single dan 52m2 untuk kamar double. 3. Ruang public luas 3m2 x jumlah kamar tidur, minimal terdiri dari lobby, ruang makan >135m2 dan bar >75m2. 4. Pelayanan akomodasi yaitu berupa penitipan barang berharga, penukaran uang asing, postal service dan antar jemput. 5. Fasilitas penunjang berupa ruang linen >0,5m2 x jumlah kamar, ruang laundry >40m2, dry cleaning >30m2, dapur >60% dari seluruh luas lantai ruang makan. 14 6. Fasilitas tambahan pertokoan, kantor biro perjalanan, maskapai perjalanan, drugstore, salon, function room, banquet hall, serta fasilitas olahraga dan sauna. 7. Dengan adanya klasifikasi hotel tersebut dapat melindungi konsumen dalam memperoleh fasilitas yang sesuai dengan keinginan. Memberikan bimbingan pada pengusaha hotel serta tercapainya mutu pelayanan yang baik. Tujuan umum dari penggolongan kelas hotel adalah 1. Agar calon penghuni dapat mengerti dan mengetahui fasilitas dan pelayanan yang akan diperoleh di suatu hotel, sesuai dengan golongan kelasnya. 2. Untuk menjadi pedoman tekns bagi calon investor penanam modal di bidang usaha perhotelan 3. Agar tercipta persaingan kompetisi yang sehat antara pengusaha hotel 4. Agar terciptanya keseimbangan permintaan dan penawaran dalam suatu usaha perhotelan Perencana dan perancang bangunan yang ingin membuat suatu hotel dapat mengacu pada Ketentuan dan Kriteria Klasifikasi Hotel yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata tahun kamar tidak diharuskan sesuai dengan golongan kelas hotel, asalkan seimbang dengan fasilitas penunjang serta seimbang antara pendapatan dan pengeluaran dari hotel tersebut. Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor, KM 3/HK 001/MKP/02. Pada golongan hotel berbintang, terdapat juga klasifikasi pembagian kamar. Kamar yang merupakan area privat dan utama bagi tamu dibedakan menjadi beberapa tipe kamar sebagai berikut A. Kamar menurut Jumlah Tempat Tidur dan Fasilitas 1. Single room, kamar yang memiliki satu tempat tidur untuk satu orang tamu. 2. Twin room, kamar yang memiliki dua tempat tidur untuk satu orang tamu. 3. Double room, kamar yang memiliki sat tempat tidur untuk dua orang tamu. 15 4. Triple room, kamar yang memiliki double bed untuk dua orang ditambah dungeon extra beds. 5. Junior room, sebuah kamar besar yang terdiri dari ruang tidur dan ruang tamu. 6. Suite room, kamar yang tardiri dari dua kamar tidur untuk dua orang ditambah ruang tamu, ruang makan, dan sebuah dapur kecil. 7. President room, kamar yang tardiri dari tiga kamar besar, yakni kamar tidur, kamar tamu, ruang makan dan sebuah dapir kecil. B. Kamar menurut Letak dan Fasilitas 1. Connecting room, kamar yang terdiri dari dua buah kamar berdekatan, antara kamar yang satu dengan yang lain dan dihubungkan oleh sebuah pintu. 2. Adjoining room, dua kamar yang berdekatan dan tidak mempunyai pintu penghubung. 3. Inside room, kamar-kamar yang menghadap ke bagian belakang hotel facing the back. 4. Outside room, kamar-kamar yang menghadap ke jalan raya facing the street. 5. Lanais, kamar-kamar dengan teras / balkon yang berlokasi menghadap ke kolam atau kebun. 6. Cabana, kamar-kamar yang berlokasi di kawasan pantai atau kolam renang, kamar ini dilengkapi dengan atau tanpa tempat tidur. Lokasi kamar ini biasanya terpisah dari gedung utama. 7. House use room, kamar yang diperuntukan bagi staf hotel yang mempunyai otoritas dan digunakan untuk tempat tinggal dalam jangka waktu tertentu karena dinas. C. Pengelompokan hotel berdasarkan lamanya hotel beroprasi, yaitu 1. Full Lenght Operation Hotel adalah hotel yang beroperasi 365 hari dalam setahun, 30 hari dalam sebulan, tujuh hari dalam seminggu, dan 24 jam dalam sehari. Tidak pernah tutup atau libur. 16 2. Seasonal Hotel beroperasi hanya pada saat tertentu saja. Kadang buka penuh dan berfungsi sebagai sarana akomodasi yang juga menyediakan makanan serta minuman, tetapi sekali waktu juga tutup. D. Pengelompokan Hotel berdasarkan kemewahan, yaitu 1. Luxurious Hotel adalah hotel mewah. Dilihat dari arsitek bangunannya, fasilitas dan kelengkapannya yang ada di dalamnya, semuanya serba mewah dan besar. Ukuran kamar, lobby dan kualitas restoran serta gedung atau ruang pertemuan, semua luas dan mewah. 2. Boutique Hotel adalah hotel yang mewah, walaupun belum tentu memiliki kamar yang banyak. Hotel ini bisa berbintang 3,4 atau 5. Mewah dalam hal fasilitas dan kelengkapan hotel, baik di lobby, kamar, restoran maupun gedung pertemuan. Dapat juga berupa hotel dengan tipe gedung antik, bersejarah dengan peralatan yang serba mewah. 3. Normal Hotel merupakan tipe hotel kebanyakan, baik di kota maupun di daerah tujuan wisata. Kemewahan dan kelengkapan fasilitasnya didasarkan atas bintang yang disandang hotel tersebut. Hotel bintang empat logikanya lebih lengkap dan mewah dari hotel bintang tiga, dan hotel berbintang lima lebih mewah dari hotel bintang empat.

klasifikasi hotel berdasarkan bentuk bangunan